Wamentan Salurkan Bantuan Tahap II Senilai Rp2,4 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melepas penyaluran bantuan kemanusiaan HKTI Peduli Tahap II bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra, dengan fokus utama ke Aceh. Bantuan senilai Rp 2,4 miliar itu memiliki total berat sekitar 68 ton, meningkat dua kali lipat dibanding tahap pertama senilai Rp 1,2 miliar.

Sudaryono, yang juga Ketua Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia, mengatakan bantuan ini bagian dari respons kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada fase awal pemulihan.

“HKTI ingin menjadi bagian dari upaya besar bangsa Indonesia dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Ini bukan hanya ikhtiar negara, tetapi gotong royong yang menjadi kekuatan utama kita,” ujar Sudaryono usai pelepasan bantuan di Kantor Pusat HKTI, Jakarta, pada Rabu 31 Desember 2025.

Bantuan difokuskan pada kebutuhan yang sulit diperoleh di lokasi bencana. Beras, susu, popok, ikan kaleng, handuk, selimut, air mineral, biskuit, sosis, dan mi instan menjadi prioritas. HKTI juga menurunkan tim ke wilayah terdampak untuk membantu langsung di lapangan, termasuk mengoperasikan dapur umum.

Dalam proses pengiriman dan distribusi, HKTI berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh bantuan dikoordinasikan dengan BNPB, dan di lokasi sudah ada tim HKTI yang tergabung dalam satuan tugas penanganan bencana,” jelasnya.

Sudaryono menambahkan, bantuan tahap II ini didukung Kementerian Pertanian serta sejumlah mitra strategis. Dana dan logistik dihimpun dari partisipasi anggota HKTI yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, pelaku usaha, pedagang, hingga pegawai.

Sudaryono menegaskan komitmen HKTI tidak berhenti pada tahap kedaruratan.

“Sebagai organisasi petani, kami ingin berperan dalam pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. Bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, HKTI siap mendukung rehabilitasi sawah dan sarana produksi pertanian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergotong royong membantu korban bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat dan relawan.

Banjir dan longsor di Aceh sejak Desember 2025 merusak ribuan rumah, lahan pertanian, serta fasilitas umum. Ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Kehadiran bantuan tahap II diharapkan mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini