TANIMERDEKA – Tgk Bahagia resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggantikan Nabhani. Pengukuhan berlangsung pada acara buka puasa bersama di Lambaro, pada Jumat, 21 Februari 2026.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyerahkan pataka organisasi kepada Tgk Bahagia. Pataka itu diminta dikibarkan di seluruh pelosok Aceh Besar sebagai simbol gerakan petani.
Acara pengukuhan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Nabhani, unsur Forkopimda Aceh Besar, tokoh kecamatan, serta tokoh gampong.
Don Muzakir menegaskan peran Tani Merdeka Indonesia hadir di lapisan terbawah masyarakat guna mendampingi para petani yang ada di seluruh pelosok Indonesia.
“Tani Merdeka Indonesia hadir di lapisan terbawah masyarakat, terutama di desa-desa, guna mendampingi kelompok tani dan mengadvokasi persoalan riil petani,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi ini memiliki tanggung jawab memastikan program pemerintah di sektor pangan benar-benar dirasakan petani hingga tingkat gampong.
Ia menyebutkan Aceh memiliki potensi komoditas unggulan seperti jagung, kopi, kakao, kelapa, dan pinang yang harus dikembangkan, agar hasil panen petani ini punya nilai yang tinggi sehingga petani bisa hidup sejahtera.
“Komoditas itu harus terus dikembangkan melalui hilirisasi dan pendampingan berkelanjutan,” katanya.
Don Muzakir menekankan pentingnya pendampingan petani dalam pendaftaran Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok(RDKK).
“Agar tidak ada petani yang tertinggal dalam mendapatkan subsidi pupuk,” ucapnya.
Ia menilai peran Tani Merdeka Indonesia menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tepat sasaran di lapangan.
Sementara itu Ketua DPD Aceh Besar Tgk Bahagia menyatakan komitmennya menggerakkan jaringan Tani Merdeka hingga tingkat desa.
“DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan murni sebagai wadah perjuangan petani dan mitra pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian daerah,” katanya.
Ia menambahkan penguatan jaringan desa penting untuk mendukung program swasembada pangan. Kehadiran Tani Merdeka di Aceh Besar diharapkan menjadi wadah konsolidasi petani agar lebih terorganisir dalam menghadapi tantangan produksi dan distribusi.[]
