Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo, Don Muzakir: Tanpa Petani Tak Ada Kedaulatan Pangan

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi Don Muzakir dalam mendorong swasembada pangan berkelanjutan, pada Rabu 7 Januari 2026.

Satya Lencana diberikan karena kontribusi Don Muzakir dalam memperkuat peran komunitas petani. Melalui Tani Merdeka Indonesia, ia dinilai berhasil menggerakkan petani di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi beras nasional, memperkuat kemandirian, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Tani Merdeka Indonesia selama ini aktif menjalankan program pemberdayaan di tingkat akar rumput. Program tersebut mencakup pendampingan teknis, penyediaan benih unggul, hingga pelatihan manajemen usaha tani. Gerakan ini membuat petani lebih siap menghadapi tantangan harga, iklim, dan kebutuhan pasar.

“Saat ini Tani Merdeka Indonesia sudah terbentuk di 35 provinsi, bahkan sudah sudah terbentuk 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Petani kuat,” kata Don Muzakir, usai menerima penghargaan Satya Lencana itu.

Don Muzakir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia se Indonesia atas penghargaan tersebut. Baginya, Satya Lencana bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang mengingatkan bahwa perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan masih panjang.

“Penghargaan ini saya terima atas nama seluruh petani Indonesia yang selama ini bekerja dalam senyap menjaga ketahanan pangan bangsa. Tanpa petani, tidak akan ada kedaulatan pangan,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir swasembada pangan tidak dapat dicapai secara instan. Kebijakan yang berpihak kepada petani, dukungan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat akar rumput menjadi syarat utama.

“Kami di Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan mereka. Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” katanya.

Selain itu kata Don Muzakir, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Kolaborasi dianggap penting agar kebijakan pangan nasional benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

“Selama petani kuat dan sejahtera, saya yakin Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat dan hebat,” katanya.

Penghargaan Satya Lencana diberikan di tengah momentum pencatatan swasembada beras dan jagung pada akhir 2025. Pemerintah menegaskan capaian tersebut sebagai tonggak penting menuju kemandirian pangan. Ribuan petani di berbagai daerah kini menanti kebijakan lanjutan agar capaian itu berkelanjutan.

Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di banyak daerah menjadi faktor pendukung. Organisasi ini tidak hanya fokus pada produksi beras, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan, termasuk jagung, hortikultura, dan peternakan rakyat.

Penghargaan Satya Lencana kepada Don Muzakir ini simbol pengakuan negara terhadap kerja keras petani. Momentum ini diharapkan memperkuat semangat kolektif agar swasembada pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud di lapangan.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini