Tani Merdeka Kebumen Gelar Konsolidasi dan Pelatihan Bioteknologi

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah menggelar konsolidasi organisasi sekaligus pelatihan bioteknologi pertanian bagi petani Wilayah Kedu Raya.

Kegiatan berlangsung di Mexolie Hotel Kebumen, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Agenda ini menjadi upaya memperkuat kelembagaan petani dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan pertanian modern.

Peserta terdiri dari jajaran pengurus DPW serta DPD Tani Merdeka Indonesia se-Wilayah Kedu Raya. Wilayah itu meliputi Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang Kota dan Kabupaten, Purworejo, Purbalingga, dan Kebumen. Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, serta Dewan Penasihat DPW, Dhimas Driessen, petani muda inspiratif asal Jawa Tengah yang menjadi narasumber pelatihan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan kegiatan ini bagian dari program strategis Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung penguatan sektor pangan nasional melalui penerapan teknologi bioteknologi.

“Ini adalah agenda DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah untuk menguatkan sektor pertanian pangan sekaligus mengedukasi petani agar mampu beradaptasi dengan pertanian modern. Kami telah mendapatkan inventaris alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Presiden, sehingga petani bisa mulai menerapkan sistem bioteknologi. Harapannya, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke wilayah masing-masing dan masyarakat luas,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, organisasi Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah telah terbentuk di 35 kabupaten dan kota hingga tingkat koordinator desa. Kondisi itu dinilai sebagai modal besar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Tani Merdeka sebagai pendukung program Presiden Prabowo diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan. Selain lahan, petani juga harus dibekali ilmu. Terlebih sekarang banyak inovasi dan teknologi modern yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Wawan mengajak seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Dengan solidaritas dan kebersamaan, saya yakin pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, akan semakin maju dan mandiri,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kebumen, Parjono, menyoroti persoalan pertanian di wilayahnya. Ia menekankan kebutuhan infrastruktur irigasi sebagai kendala utama.

“Kendala utama pertanian di Kebumen adalah kebutuhan saluran irigasi yang memadai karena kondisi geografisnya yang beragam. Untuk pupuk alhamdulillah relatif aman, dan sebagian petani juga sudah mendapatkan bantuan alsintan,” ungkapnya.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini