TANIMERDEKA – Sebanyak 3000 ribu petani, nelayan, dan buruh tani menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Selatan. Mereka tergabung dalam organisasi Tani Merdeka Indonesia dan menyatakan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aksi ini, massa memberi dukungan penuh untuk program swasembada pangan, food estate, pupuk bersubsidi, dan pembangunan lumbung pangan di setiap kabupaten. Mereka juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia menganut Prabowoisme.
“Kami Tani Merdeka Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa organisasi yang menganut, menyebarluaskan, dan mengajarkan ide dan gagasan Presiden Prabowo Subianto, kepada seluruh petani dan rakyat. Ajaran tersebut kami sebut dengan nama Prabowoisme,” kata Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia kepada wartawan, pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Massa yang hadir ini dari 30 provinsi dan 500 lebih kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilai berpihak kepada rakyat, khususnya petani. Seusai aksi di Patung Kuda, massa Tani Merdeka Indonesia bergerak menuju Kementerian Pertanian untuk mengikuti pengukuhan.
“Kita ingin pastikan sektor pertanian dapat terus tumbuh dengan berbagai kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kami Tani Merdeka Indonesia akan terus menjadi garda terdepan untuk mengawal program pemerintah,” kata Don Muzakir.
Don Muzakir menegaskan peran Tani Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah. Terutama untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo menjadikan pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa.
“Tani Merdeka dapat menjadi jaringan aspirasi petani, mendengarkan berbagai keluh kesah dan harapan petani terkait pupuk, benih, irigasi, alat mesin pertanian, tata niaga, dan lainnya,” harapnya.
Sebelumnya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengapresiasi soliditas jaringan Tani Merdeka. Ia berharap organisasi ini tidak hanya fokus pada advokasi, tetapi juga mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah.
“Fokusnya dua. Pertama, mengadvokasi kepentingan petani apa pun keluh kesah petani. Kedua adalah fungsi top-down, menjadi organisasi petani yang mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah pusat,” pungkasi pria yang akrab disapa Mas Dar.[]