TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara menggelar road show ke tingkat kecamatan dan desa. Agenda ini bertujuan memperkuat struktur organisasi sekaligus mengukuhkan 42 koordinator desa (kordes) di Kecamatan Lawe Alas dan Tanoh Alas.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan penguatan akar rumput menjadi prioritas.
Ia menyebutkan tahun 2026 seluruh struktur tingkat desa di Aceh Tenggara sudah terbentuk.
“Kami terus bergerak memperkuat struktur organisasi dari tingkat kecamatan sampai desa. Ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin Tani Merdeka Indonesia hadir nyata di lapangan, bukan hanya di tingkat atas,” ujarnya, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Lebih lanjur Jeri mengatakan korcam dan kordes berperan penting memperkuat koordinasi antarpetani. Ia menekankan keberadaan Tani Merdeka Indonesia ini harus memberi manfaat nyata, terutama dalam mempermudah akses informasi, kebutuhan pertanian, dan jejaring strategis tingkat nasional.
“Kita bisa bergerak sama-sama untuk memajukan pertanian di Kabupaten Aceh Tenggara ini sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional, termasuk agenda ketahanan pangan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Dalam pertemuan dengan para pengurus Korcam dan Kordes membahas kebutuhan dasar petani serta perlunya pendampingan teknis. Jeri menegaskan Tani Merdeka Indonesia akan menjadi penghubung antara petani dan kebijakan pemerintah.
Ia juga menyoroti posisi strategis organisasi ini karena Dewan Pembina Sudaryono saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia, sedangkan Ketua Umum Don Muzakir memimpin Asosiasi Pupuk Pestisida Nasional (ASPEKNAS).
“Tentunya peluang ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan akses informasi dan solusi atas persoalan pertanian yang ada di Aceh Tenggara,” tambahnya.
Road show ini sudah berlangsung selama dua bulan penuh. Kecamatan dan desa akan dikunjungi secara bertahap sesuai zona dan jadwal yang telah ditentukan.
Pengukuhan kordes ini diharapkan memperkuat jaringan Tani Merdeka di tingkat desa. Struktur yang lebih solid diyakini mampu mempercepat penyelesaian persoalan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.[]
