TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan tanam jagung seluas 100 hektare pada lahan milik Kelompok Tani Hasil Bumi Seulawah.
Lokasi kegiatan berada di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Penanaman dilakukan bersama Dinas Pertanian Aceh Besar, Danramil Lembah Seulawah, Kapolsek Lembah Seulawah, BPP Lembah Seulawah, keuchik, serta pengurus kelompok tani. Benih jagung ditanam di beberapa titik lahan yang telah disiapkan.
Program tanam jagung 100 hektare digagas Tani Merdeka Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Tgk Bahagia, bersama pengurus. Turut hadir Dinas Pertanian Aceh Besar, Sri Novita, Ketua DPK Tani Merdeka Kecamatan Lembah Seulawah, Keuchik Baihaqi, Kapten Arm Darmawan dari Danramil Lembah Seulawah, Pak Tri dari Kapolsek Lembah Seulawah, Miswar Sekcam Lembah Seulawah, serta pengurus Poktan Hasil Bumi Seulawah.
“Ucapan Terima Kasih Kami Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Wamentan RI Sudaryono, Komandan Don Muzakkir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, serta Sekjend DPW Aceh Nabhani, S.Ikom (Pak Bhen) yang sudah membina serta mendukung program tanam jagung ini,” ujar Tgk Bahagia.
Tgk Bahagia mengakui perlu kerja keras dari seluruh jajaran, baik pemerintah daerah, Dinas Pertanian, BPP, keuchik, maupun unsur terkait untuk menyamakan data pertanian agar hasil maksimal.
“Kita harus terus kerja cerdas, kemudian bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh Pihak Terkait agar Program Ketehanaan Pangan Bapak Presiden Prabowo ini bisa tercapai,” katanya.
Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI melalui Wamentan Sudaryono atas bantuan benih kepada kelompok tani binaan. Bantuan itu mendukung keberhasilan program tanam jagung tahun ini.
Penanaman jagung dilakukan di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Kehadiran program ini memberi harapan baru bagi petani untuk kembali berproduksi dan menjaga ketahanan pangan daerah.[]
