TANIMERDEKA – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mulai mengintensifkan pengawasan harga dan pasokan pangan di daerah.
Bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang, Satgas turun langsung ke Pasar Anyar dan Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pada Minggu 1 Fabruari 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemantauan dilakukan di lapangan untuk memastikan harga sesuai ketentuan.
“Hari ini Satgas Saber Pelanggaran Pangan bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Banten, Kota Tangerang, serta tim Badan Pangan Nasional turun langsung ke Pasar Anyar Kota Tangerang untuk memantau harga dan pasokan pangan. Dari hasil pemantauan, secara prinsip harga komoditas pangan masih sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi stabil.
“Harga daging sapi berada pada kisaran Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram, telur ayam sekitar Rp27.500 per kilogram, dan beras sesuai HET, yaitu beras medium Rp13.500 serta premium Rp14.900 per kilogram. Komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih relatif stabil di kisaran Rp32.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Cabai merah keriting berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah meskipun masih relatif tinggi, sudah menunjukkan tren penurunan,” urai Ketut.
Ia menambahkan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. “Satgas Saber Pelanggaran Pangan terus bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota dan tentunya bersama Polda dan Polres. Pengawalan tidak hanya dilakukan hingga Lebaran, tetapi juga setelah Lebaran, sehingga tidak ada ruang bagi pelanggaran harga di atas ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Ketut.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, menyebut Pasar Anyar menjadi titik pantau utama Satgas.
“Pasar Anyar merupakan salah satu pasar yang secara rutin menjadi titik pantau kita. Sejak terbitnya keputusan Kepala Badan Pangan Nasional tentang pembentukan Satgas, pengawasan harga dan pasokan di pasar ini kami perkuat,” ujarnya.
Ia berharap kondisi harga stabil dapat terus terjaga hingga Ramadan dan Idulfitri.
“Dari hasil pemantauan bersama Satgas hari ini, harga-harga pangan terpantau normal dan stabil. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga hingga Ramadan dan Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga. Dan apabila ditemukan indikasi kenaikan harga di atas kewajaran, akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menilai sidak Satgas menunjukkan komitmen menjaga keterjangkauan pangan.
“Sidak dan pemantauan yang dilakukan Satgas Saber Pelanggaran Pangan bersama pemerintah daerah hari ini menunjukkan bahwa harga pangan di Pasar Anyar dan pasar-pasar lainnya di Kota Tangerang berada dalam kondisi stabil,” katanya.
Ia mengimbau pedagang mematuhi ketentuan harga. “Kami mengimbau para pedagang pangan, baik di dalam maupun di luar pasar, untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan. Pangan adalah komoditas strategis yang harus dijaga keterjangkauannya agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Satgas Saber Pelanggaran Pangan dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 4 Tahun 2026. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengingatkan agar tidak ada pelaku usaha membuat anomali harga pangan pokok strategis.
“Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar (pedagang) pasarnya, (tapi) kejar distributor dan produsennya. (Misalnya) minyak goreng tidak ada ampun. Daging tak ada ampun. Dari mana asalnya, kejar langsung sidik. Sekarang adalah cenderung penindakan. Tak ada lagi imbauan,” tegas Amran.
Ia menekankan pengawasan harus sampai tingkat hulu.
“Dan beri tahu kalau nanti ada harga naik, yang tanggung jawab adalah produsen atau distributor. Yang harus diawasi ketat adalah beras nomor satu. Minyak goreng, tidak ada alasan naik minyak goreng, kita produsen terbesar di dunia. Kemudian gula (juga) tak boleh naik,” pungkasnya.[]
