Resmikan Dapur MBG Binaan Tani Merdeka, Wabup Lembata: Terbaik Jadi Contoh Dapur Lain

TANIMERDEKA – Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, meresmikan Dapur MBG 03 Nubatukan binaan Tani Merdeka Indonesia, pada Selasa 13 Januari 2026. Peresmian ini menambah jumlah dapur MBG di Lembata menjadi tiga dari total 27 dapur yang ditargetkan.

Usai peresmian, Nasir meninjau kondisi dapur mulai dari ruang penyimpanan, ruang masak, ruang cuci, hingga pembagian porsi.

Nasir menilai dapur yang dikelola Yayasan Ina Ata Budi Dike layak binaan Tani Merdeka Indonesia ini menjadi percontohan yang sangat baik.

“Pantauan saya sangat memenuhi syarat. Ini diharapkan bisa jadi contoh bagi dapur MBG yang lain,” kata Nasir.

Dapur MBG 03 Nubatukan melayani 1.052 anak dari empat sekolah dan satu posyandu. Rinciannya, Posyandu Lewoleba Utara 84 anak, TKK RA Nurul Iklas Wangatoa 74 anak, TKK St Don Bosco Lewoleba 78 anak, SDK St Don Bosco Lewoleba 335 anak, dan SMPK St Don Bosco Lewoleba 486 anak.

Sementara itu Ketua Yayasan Ina Ata Budi Dike, Stephanus Nuho Paokuma, menjelaskan pembangunan dapur memakan waktu delapan bulan. Gedung dibangun sesuai standar Badan Gizi Nasional.

“Peluncuran ini langsung melayani 1.052 penerima manfaat yang tersebar di empat sekolah dan satu posyandu,” ungkap Steph.

Selain itu Koordinator Wilayah Indonesia Timur Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebiet, menekankan dampak ekonomi dari program ini. “Jadi kalau ekonomi kita berputar di tiga sektor ini (nelayan, tani, ternak) maka kota optimis Indonesia Emas 2045 bisa kita capai,” kata Ebiet.

Ia berharap program MBG mendorong pemerintah meningkatkan produktivitas nelayan, petani, dan peternak.

“Kira berharap pemerintah bisa mendorong peningkatan produktivitas baik itu kualitas dan kuantitas hasil nelayan, petani dan peternak untuk bisa mewujudkan goal besar ini,” ujarnya.

Menurut Ebiet, sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi syarat mutlak.

“Jadi gerak bersama. Kami punya peran jadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah untuk bisa menghidupkan program-program yang bersentuhan dengan nelayan, petani dan peternak. Oleh karena itu komunikasi yang intens jika bisa kita wujudkan maka program strategis nasional MBG ini juga bisa menjadi stimulus bagi ekonomi masyarakat kita,” ungkap Ebiet.

Pengawas Yayasan Ina Ata Budi Dike, Ignatius Pati Ola, menyebutkan MBG sebagai kontribusi nyata yayasan dalam meningkatkan kesehatan pelajar.

“Kami berterimakasih kepada Badan Gizi Nasional, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata, Mitra Tani Merdeka Indonesia, Investor lokal Benediktus Lelaona dan Ketua dan pengurus yayasan atas kerja sama sehingga SPPG 03 Nubatukan hari ini dapat dilaunching,” kata Pati Ola.

Ia menambahkan dapur MBG di Lembata merupakan bagian dari program strategis nasional yang dibina oleh Tani Merdeka Indonesia. Kehadiran dapur ini diharapkan memperkuat peran organisasi tani dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.

Usai peluncuran, Nasir bersama rombongan Forkopimda memantau pembagian makanan bergizi gratis di SDK St Don Bosco Lewoleba. Kehadiran dapur disambut antusias siswa. Anak-anak yang semula bermain di halaman sekolah bergegas masuk ruangan untuk menyantap makanan.

Beberapa pelajar mengaku senang mendapat makan siang di sekolah. Pati Ola menilai antusiasme itu menjadi dorongan bagi anak-anak untuk lebih giat belajar. “Melihat anak-anak yang begitu gembira menyambut MBG ini kami optimis. Ini bisa membuat mereka semakin giat belajar. Tentu di sisi lain kami menyatakan komitmen untuk menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar yang ditetapkan MBG,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini