TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi dan evaluasi program kerja organisasi di tingkat daerah. Agenda ini menjadi wadah menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta menyerap aspirasi petani dari bawah.
Acara berlangsung dengan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Kepala Dinas Ketahanan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, forkopimda, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat, pada Minggu 11 Januari 2026.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Oki Surya, menegaskan pentingnya arah kebijakan organisasi disesuaikan dengan kondisi daerah.
“Menyelaraskan arah kebijakan dan strategi organisasi dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya serta mengidentifikasi tantangan dan capaian,” kata pria yang akrab disapa Oki.

“Selain itu menyusun dan menetapkan rencana kerja daerah yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat. Memperkuat koordinasi antar pengurus DPW dan DPD serta mendorong partisipasi aktif dalam pelaksanaan program. Menyerap aspirasi dari tingkat bawah sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi ke depan,” ujar Oki.
Oki menambahkan, Boyolali sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menekankan perlunya dukungan infrastruktur irigasi, akses pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern agar produksi tetap stabil.
Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
“Rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan petani. Kita ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan konsolidasi, koordinasi antarwilayah bisa lebih solid, sehingga program nasional dapat diterjemahkan secara efektif di daerah,” kata Wawan.
Wawan menegaskan, Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat swasembada pangan. Ia menilai keberhasilan swasembada beras harus diikuti dengan penguatan produksi jagung, kedelai, dan komoditas lain agar ketahanan pangan semakin kokoh.
Selain it Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kebijakan pangan nasional. Tani Merdeka Indonesia siap garda terdepan mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk menwujudkan swasebada pangan.
“Kita ingin memastikan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Rakerda di Boyolali ini menjadi contoh bagaimana organisasi bekerja dari bawah, menyerap aspirasi, lalu menyusun langkah konkret. Petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” ujar Don Muzakir.
Don Muzakir menambahkan, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo sudah berhasil dan tahun 2025 swasembada pangan tercapai, maka ini membutuhkan dukungan penuh dari petani di seluruh daerah agar kedepan semua program Prabowo berhasil.
Ia menekankan solidaritas organisasi sangat penting, agar kebijakan nasional dapat berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Program swasembada pangan Presiden Prabowo ini butuh kerja sama yang erat antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat.
Menurut Don Muzakir konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Boyolali ini menjadi bukti bahwa dukungan terhadap kebijakan nasional tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi diterjemahkan langsung di daerah dengan langkah konkret.[]
