Program MBG Jadi Pasar Tetap, Petani Tangerang Rasakan Dampak

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membawa angin segar bagi petani di berbagai daerah. Sejak program ini berjalan, para petani merasakan perubahan nyata.

Hasil panen petani tidak lagi bergantung pada naik turunnya harga di pasar. Dapur MBG hadir sebagai pembeli tetap yang menyerap hasil pertanian secara rutin dan terencana.

Kondisi ini membuat petani mulai kembali bergairah. Jika sebelumnya mereka cemas saat panen tiba karena khawatir harga jatuh atau barang tidak terserap, kini ada kepastian pasar.

Sayur-mayur, beras, telur, hingga hasil hortikultura lainnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Anak-anak sekolah mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang serta konsentrasi belajar. Di sisi lain, petani memperoleh kepastian bahwa hasil tanam mereka dibutuhkan dan menjadi bagian penting dari program pemerintah.

Perputaran ekonomi desa pun mulai terasa bergerak. Ketika hasil panen terserap secara stabil, pendapatan petani meningkat. Aktivitas produksi kembali bergeliat.

Petani berani menanam lebih banyak karena ada kepastian pembeli. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Pedagang, pengangkut, hingga pelaku usaha kecil di sekitar desa ikut merasakan dampaknya. Rantai ekonomi dari hulu ke hilir menjadi lebih hidup.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Angga Rensa H, menilai program MBG sangat strategis. Ia menyebutkan, program ini bukan hanya memberikan makan bergizi gratis kepada siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di desa-desa.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani, dan petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” kata Angga Rensa H, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Angga, dampak ekonomi dari program ini terasa langsung. Petani mulai kembali semangat mengolah lahan. Kepercayaan diri mereka tumbuh karena ada kepastian permintaan. Roda ekonomi desa berputar lebih cepat. Produksi meningkat, distribusi berjalan lancar, dan konsumsi masyarakat ikut terdorong.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” tegasnya.

Program MBG dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup untuk belajar dengan optimal.

Petani memperoleh jaminan pasar yang lebih stabil. Desa tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga bagian penting dari ekosistem program nasional.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini