TANIMERDEKA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta seluruh petani atas keberhasilan mencetak swasembada pangan tercepat dalam sejarah bangsa.
Dalam waktu satu tahun, Indonesia berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan lepas dari ketergantungan impor.
“Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu 7 Januari 2026.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga atas pencapaian swasembada yang lebih cepat dari target empat tahun. Ia menilai capaian ini bukti solidnya Kabinet Merah Putih.
“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, hasilkan dari yang empat tahun tapi saudara berikan kepada bangsa dan negara satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.
Presiden Prabowo secara khusus memuji kinerja Mentan Amran.
“Banyak tokoh-tokoh ini sebenarnya mereka sudah mapan. Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3-4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin tapi saya dalam hati juga merasa bangga,” ucapnya.
Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada petani. Ia mengingatkan peran petani sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Saya masuk tentara tahun 1970. Tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa, petani memberi minuman dan makanan kepada kami. Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi ada petani yang beri makan tentara. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” ungkapnya.
Di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Prabowo secara resmi mengumumkan Indonesia kembali swasembada pangan.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.
Prabowo menegaskan swasembada pangan bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan. Ia menekankan tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain.
Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area November 2025 memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Laporan USDA menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.
Prabowo menegaskan pencapaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani. Kebijakan meliputi penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, serta penyerapan gabah langsung oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
Presiden menekankan swasembada pangan bukan akhir, melainkan awal dari lompatan besar sektor pertanian. Setelah beras, pemerintah menargetkan swasembada jagung, singkong, bawang putih, serta penguatan sektor peternakan dan perikanan agar rakyat mendapatkan protein cukup dan terjangkau.
“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti. Tahun ini swasembada, tahun-tahun ke depan kita swasembada lagi,” kata Presiden disambut tepuk tangan petani.
Sementara itu Mentan Amran menegaskan capaian ini buah dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas dan berpihak kepada petani.
“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” ujar Amran.[]
