TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menerima bantuan bibit jagung jenis Pertiwi 5 dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat. Penyerahan dilakukan di kantor dinas setempat, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Sebanyak 10 kilogram bibit disalurkan kepada kelompok tani di Desa Ringin Sari, Kecamatan Suoh, serta Desa Way Petay, Kecamatan Sumber Jaya. Kedua wilayah dikenal memiliki potensi pengembangan jagung cukup baik. Bantuan diharapkan memberi dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, Maidar, menegaskan pentingnya penggunaan benih unggul dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian.
Ia menjelaskan bahwa bantuan bibit jagung Pertiwi 5 diberikan agar petani mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Bibit jagung Pertiwi 5 ini kami berikan agar petani bisa memaksimalkan lahan dan meningkatkan hasil panen. Benih unggul menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pertanian. Pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan kepada kelompok tani,” ujarnya.
Maidar menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian benih semata. Pemerintah juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan agar produktivitas petani terus meningkat.
“Kami juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil produksi harus meningkat bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas agar mampu bersaing di pasar,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menyambut positif bantuan yang diberikan kepada kelompok tani. Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen.
Haris menegaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani di lapangan.
“Dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani menghadapi tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen. Kami akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dimanfaatkan secara optimal,” ucapnya.
Haris juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memperkuat pembangunan pertanian daerah. Pendampingan yang dilakukan, menurut dia, tidak hanya terbatas pada proses tanam, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Pendampingan mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan pemangku kepentingan lain akan mempercepat peningkatan produksi jagung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani Lampung Barat,” katanya.
Program bantuan bibit ini diharapkan terus diperluas agar semakin banyak kelompok tani merasakan manfaatnya. Penguatan sektor pertanian melalui penyediaan benih unggul, pendampingan, dan dukungan kebijakan dinilai menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.[]
