TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi dilantik pada Rabu, 20 Januari 2026.
Kepengurusan ini berkomitmen mendorong kemajuan sektor pertanian dan perkebunan upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DPD Tani Merdeka Kulon Progo, Suparta, mengatakan kondisi geografis wilayahnya memiliki potensi besar untuk pertanian terpadu. Sekitar 75 persen wilayah berupa lahan datar, sementara 25 persen lainnya perbukitan.
“Kami berkomitmen menyejahterakan petani di wilayah datar maupun perbukitan agar memiliki taraf hidup yang setara. Untuk Kulon Progo, lahan datar difokuskan pada tanaman pangan, sedangkan kawasan perbukitan dikembangkan untuk perkebunan,” ujar Suparta.
Ia menambahkan Kulon Progo telah mencapai swasembada pangan. Bahkan, pihaknya optimistis Indonesia mampu menembus pasar ekspor beras pada 2026.
Suparta menyoroti karakter sosial masyarakat Kulon Progo yang sebagian besar menggantungkan hidup di sektor pertanian. Dari total penduduk, sekitar 50 persen berprofesi sebagai petani.
“Dengan jumlah petani yang besar, Tani Merdeka Indonesia hadir untuk memastikan kesejahteraan mereka benar-benar meningkat,” katanya.
Ia berharap sinergi organisasi semakin kuat seiring peran Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar Tri Yoga Semendawai, yang juga menjabat staf ahli di Kementerian Pertanian.
“Kita punya garis koordinasi yang jelas dari kabupaten, provinsi, hingga kementerian. Harapannya, program pertanian bisa segera mengalir dan dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.
Suparta mendorong adanya program khusus untuk kawasan Perbukitan Menoreh. Kawasan itu dinilai lebih sesuai dikembangkan sebagai sentra perkebunan dan buah-buahan, sementara lahan datar tetap difokuskan pada tanaman pangan, khususnya padi.
Ia menekankan pentingnya kualitas produk pertanian agar mampu bersaing di pasar global.
“Kita harus masuk ke pasar global dengan produk berkualitas. Bukan hanya mengejar jumlah, tapi bagaimana kualitas hasil pertanian kita benar-benar diakui dan bernilai tinggi,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap keberadaan Tani Merdeka Indonesia.
“Bertani adalah pekerjaan yang mulia. Dengan sumber daya petani yang luar biasa, sektor ini bisa menopang banyak aspek kehidupan,” katanya.
Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi wadah kolaborasi antara petani senior dan generasi muda yang memiliki inovasi serta penguasaan teknologi.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar Tri Yoga Semendawai, menegaskan seluruh struktur organisasi mendukung penuh program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Target swasembada pangan yang semula dianggap sulit ternyata bisa tercapai pada 2025. Pada 2026, target kita meningkat, yakni ekspor satu juta ton beras dan satu juta ton jagung,” ujarnya.
Oscar mengingatkan pengurus DPD yang baru dilantik agar memaknai jabatan sebagai amanah.
“Jabatan bukan untuk dibanggakan, tapi tanggung jawab besar. Petani menunggu kerja nyata kita,” pungkasnya.[]
