TANIMERDEKA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kerjasama Indonesia dan Korea Selatan menjadi penting dalam mendorong transformasi pertanian.
Menurutnya kemitraan kedua negara memberi pijakan bagi peningkatan kapasitas teknologi dan perluasan adopsi smart farming di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan pada penutupan Proyek K-Smart Farm di kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Acara dihadiri delegasi senior dari MAFRA Korea, pimpinan EPIS, dan perwakilan Kedutaan Besar Korea.
“Penutupan proyek ini bukanlah akhir, melainkan fondasi bagi kerja sama lanjutan dalam smart farming, transformasi digital, dan peningkatan kapasitas SDM pertanian,” ujar Idha.
Delegasi Indonesia terdiri atas jajaran pimpinan Kementan, termasuk Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretaris Badan, dan pejabat unit pelatihan. Mereka menyampaikan apresiasi atas kontribusi teknologi dan pendampingan Korea selama tiga tahun terakhir.
Kolaborasi tersebut menghasilkan 24 smart greenhouse di BBPP Ketindan dan Polbangtan Bogor. Fasilitas dilengkapi sistem irigasi otomatis, pengendalian iklim terintegrasi, dan pemantauan berbasis IoT. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat kapasitas pendidikan pertanian.
Idha merinci nilai hibah proyek sebesar 4,71 juta dolar AS atau sekitar Rp 70,6 miliar. Ia menyebut investasi tersebut sebagai bukti komitmen Pemerintah Korea dalam mendukung modernisasi pertanian di Indonesia.
Pada tahap implementasi, petani milenial dan staf teknis Indonesia mengikuti pelatihan operasional smart farming bersama tim Korea. Pendampingan ini mempercepat transisi menuju kemandirian teknologi. Sebagian peserta bahkan mengembangkan prototipe smart greenhouse berbiaya rendah dengan bahan lokal melalui pendekatan amati–tiru–modifikasi.
Idha menjelaskan bahwa pengembangan Smart Farming Innovation Valley akan menjadi agenda lanjutan. Fase pilot dijalankan pada 2025–2026, dilanjutkan difusi nasional hingga 2029, dan pembangunan Smart Farm Hub pada 2030.
Program ini diharapkan memperluas dampak inovasi pertanian ke berbagai daerah dan memperkuat ekosistem teknologi yang mendukung regenerasi petani.[]
