TANIMERDEKA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan Pemerintah Kanada menunjukkan minat berinvestasi di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton di Semarang, pada Kamis, 5 Maret 2026.
“Realisasi investasi di Jateng tahun lalu (2025) sekitar Rp88,6 triliun. Kanada baru di urutan ke 40-an negara sumber investasi. Makanya, saya ingin Kanada meningkatkan investasi di sektor lain dan dapat membantu memajukan Jateng,” ujar Luthfi dalam siaran pers.
Data mencatat pada periode 2021–2025, Kanada menempati peringkat ke-49 sebagai negara sumber investasi di Jateng dengan total Rp4,35 miliar.
Sektor unggulan mencakup industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), hotel dan restoran (1 persen), serta industri lainnya (22 persen).
Luthfi menawarkan peluang investasi di sektor pertanian dan kesehatan. Pada 2026, Pemprov Jateng memprioritaskan program penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada nasional.
Menanggapi tawaran tersebut, Duta Besar Kanada Jess Dutton membenarkan ketertarikan negaranya.
“Hubungan Kanada dan Indonesia sudah terjalin baik selama ini. Pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto juga menandatangani kerja sama perdagangan yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara pada 2026. Karenanya, Kanada siap menjadi partner kerja sama,” kata Jess.
Menurut Jess, Jawa Tengah dinilai strategis. Ia memahami sektor pertanian menjadi penopang penting perekonomian provinsi tersebut.
“Sebenarnya, kami memiliki program di Jateng yang (dapat) membantu petani skala kecil untuk memastikan pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahan mereka benar-benar digunakan secara lebih efisien,” ucapnya.
Jess menambahkan Kanada memiliki sumber bahan baku pupuk terbaik serta teknologi pertanian yang berkembang pesat. Ia berharap kontribusi Kanada dapat memperluas pengembangan sektor pertanian di Jateng.
Selain pertanian, Jess menyoroti peluang kerja sama di bidang kesehatan. Kanada disebut memiliki teknologi kesehatan canggih.
“Kerja sama bidang kesehatan dapat mencakup pengembangan teknologi kesehatan, program pertukaran maupun pendidikan dokter, serta pemanfaatan teknologi pengobatan berbasis robotik,” katanya.
Jess menegaskan universitas di Kanada siap menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat hubungan kedua negara melalui investasi di sektor strategis.
