TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan melantik pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Banyuasin dan 21 Koordinator Kecamatan (Korcam) secara resmi.
Acara ini berlangsung di Kantor DPD Tani Merdeka Banyuasin, Jalan Tanjung Api-Api Km 37, Desa Banyu Urip, Kecamatan Tanjung Lago, pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Suradi resmi memimpin DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyuasin untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, yang dinilai penting untuk mendampingi petani di lapangan.
Ketua DPW Tani Merdeka Sumsel, Medi Ahmazon, menegaskan Korcam memiliki peran penting dalam menggerakkan organisasi. Ia menjelaskan, SK yang diserahkan bukan hanya bersifat administratif, tetapi menjadi amanah untuk bekerja.
“Ada 21 kecamatan yang SK-nya sudah diberikan pada hari ini. Diserahkan SK ini di antaranya memahami tentang fungsi dan peranan Korcam serta menggali potensi yang ada di masing-masing kecamatan dan desa,” kata Medi.
Medi menekankan, setiap Korcam harus memahami potensi wilayahnya, baik sumber daya lahan, komoditas unggulan, maupun persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, organisasi ini dibentuk untuk membantu petani, bukan sekadar formalitas.
“Tujuannya adalah dengan adanya Korcam mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di tingkatan petani khususnya di tingkatan kecamatan sampai desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Banyuasin dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan struktur yang lengkap hingga tingkat kecamatan, Tani Merdeka diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Sementara itu Suradi, Ketua DPD Tani Merdeka Banyuasin, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan ini. Ia mengaku pelantikan serentak 21 Korcam menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama.
“Kita mengharapkan kepada seluruh pengurus Korcam sekiranya dapat bergerak dapat membantu pertanian dan mensukseskan swasembada pangan yang dicanangkan oleh presiden kita bapak Prabowo Subianto,” ucap Suradi.
Ia menegaskan, peran Korcam bukan hanya mendampingi petani dalam hal teknis, tetapi juga menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah. Menurutnya, masalah petani di lapangan tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar petani lebih sejahtera.
“Kita ingin Korcam hadir bukan hanya ketika ada acara, tapi benar-benar hadir saat petani kesulitan pupuk, saat mereka butuh pendampingan untuk mengakses teknologi, dan ketika mereka butuh pasar untuk hasil panen,” kata Suradi.
Selain itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin yang diwakili Sekretaris Dinas, M. Irpan Aziz, menegaskan pentingnya kerja sama antara Tani Merdeka Indonesia dengan pemerintah daerah agar semua program bisa berjalan dengan baik, apalagi Banyuasin ini salah satu daerah yang diandalkan pemerintah untuk swasembada pangan.
“Ikuti program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional. Kabupaten Banyuasin ini termasuk swasembada pangan nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Irpan menjelaskan, capaian ini tidak datang begitu saja. Banyuasin memiliki lahan yang luas dan produktif, tetapi tetap membutuhkan pendampingan agar produktivitas tidak menurun.
“Kalau tidak dikelola dengan baik, posisi kita bisa turun. Karena itu kita butuh organisasi seperti Tani Merdeka untuk mengajak petani memanfaatkan teknologi, memaksimalkan potensi lahan, dan mengurangi masalah distribusi,” katanya.
Ketua DPC Partai Gerindra Banyuasin, H. Slamet Sumo Sentono, memberikan pesan tegas agar Tani Merdeka Indonesia tidak hanya menjadi organisasi simbolik. Ia mengingatkan, kepercayaan publik datang dari aksi nyata.
“Semoga tidak hanya menjadi organisasi yang hanya punya slogan dan pajangan papan nama semata. Mudah-mudahan dengan penyerahan SK pengurus DPD dan Korcam ini dapat membawa nama baik bagi Tani Merdeka Indonesia untuk bergerak lebih baik, serta petani bisa sejahtera,” tutur Slamet, yang juga mantan Wakil Bupati Banyuasin periode 2018-2023.
Menurut Slamet, Banyuasin memiliki potensi besar di sektor pertanian, tetapi masih menghadapi masalah klasik seperti harga yang fluktuatif dan akses pasar. Ia berharap Tani Merdeka ikut memikirkan solusi bersama.[]