TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi dan pelatihan bioteknologi di Hotel C.3 Ungaran, pada Minggu 4 Januari 2026.
Kegiatan diikuti pengurus DPD, Korcam, kordes, serta kelompok tani dari wilayah eks Karesidenan Semarang, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kendal, dan Grobogan.
Acara dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, Dewan Pembina Sri Hartini, serta Koordinator Wilayah Jawa Tengah eks Karesidenan Semarang, Beny.
Beny mengatakan pentingnya penguatan organisasi hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pengurus Tani Merdeka harus mampu bersinergi dengan pemerintah dan pihak terkait demi memperjuangkan kepentingan petani.
“Pengurus harus mampu membangun sinergi yang baik dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia harus terbentuk hingga ke desa agar tetap eksis dan benar-benar berkembang di akar rumput,” tegas Beny.
Beny juga mengatakan pentingnya hilirisasi pertanian sebagai strategi peningkatan kesejahteraan petani. Hilirisasi harus dijalankan dengan skala prioritas, menyesuaikan jenis tanaman dengan karakteristik dan potensi daerah.
“Hilirisasi harus tepat sasaran. Komoditas yang dikembangkan harus sesuai dengan kondisi wilayah setempat agar produktivitas meningkat dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh petani,” tambahnya.
Konsolidasi menjadi ruang dialog antara pengurus dan petani. Isu yang dibahas mencakup produksi, distribusi hasil panen, akses pasar, hingga permodalan. Peserta menilai penguatan organisasi petani penting agar suara petani lebih terkoordinasi dan memiliki daya tawar dalam kebijakan pertanian.
Sementara itu Wawan Pramono Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam ketahanan pangan dan ekonomi rakyat 2026. Sinergi yang dibangun diharapkan melahirkan program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan petani, khususnya di desa.
Dengan semangat kebersamaan, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah optimistis hilirisasi berbasis potensi lokal dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Langkah ini diyakini mampu mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
