TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah luar biasa memperbaiki irigasi yang rusak akibat banjir dan longsor. Hal itu penting untuk menyelamatkan lumbung pangan nasional.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menilai lambannya penanganan pembangunan irigasi tersier dan sekunder berpotensi menghambat pemulihan lahan pertanian.
“Hampir seluruh titik irigasi yang terkena banjir dan longsor rusak pascabencana belum tertangani. Kondisi ini merugikan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk kembali berproduksi,” ujarnya, pada Senin, 26 Januari 2026.
Ia mengusulkan agar pemerintah pusat segera mempercepat pemulihan pertanian pascabencana.
“Terkait kondisi sawah yang rusak berat akibat banjir dan tertimbun lumpur, pemulihan harus didukung oleh alat berat supaya lahan pertanian dapat segera diolah kembali,” katanya.
Cut Muhammad menekankan pembangunan irigasi harus menjadi bagian dari strategi pemulihan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah ini penting agar sektor pertanian di daerah terdampak kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Kerusakan irigasi ini membuat ribuan hektare sawah di Aceh tidak bisa ditanami. Petani terpaksa menunda musim tanam karena saluran air terputus. Sawah yang tertimbun lumpur tebal membutuhkan penanganan cepat. Tanpa irigasi, ancaman gagal panen semakin nyata.
Aceh dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera. Gangguan produksi di wilayah ini berpotensi memengaruhi pasokan beras nasional.
Pemerintah pusat sebelumnya menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai program prioritas, namun hingga saat ini pembangunan belum dilakukan.
Lebih lanjut Cut Muhammad mengatakan, petani sangat berharap pemerintah segera hadir dengan solusi nyata. Perbaikan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup ribuan keluarga.
“Pembangunan irigasi dapat menjadi bagian dari strategi pemulihan yang berkelanjutan sehingga sektor pertanian di daerah terdampak bencana dapat kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas pria pria yang akrab disapa Cut Muhammad.[]
