TANIMERDEKA – Sosialisasi rapat koordinasi perluasan tanam tebu rakyat berlangsung di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sriwangi, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan organisasi petani untuk mendukung petani tebu rakyat.
Rakor dihadiri Kepala Bidang Perkebunan OKU Timur Basuki, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia OKU Timur M. Daud, Kepala Bidang Tanaman Pangan Andri, Koordinator Katimker OKU Timur Arifin, Koordinator BPP Semendawai Suku III Dinna Nur Aini, Koordinator BPP Belitang Mulya Eko Suparyanto, Koordinator BPP Semendawai Timur Ali Antoni, serta para penyuluh pertanian lapangan dan mitra tebu dari tiga kecamatan.
Tiga kecamatan yang menjadi fokus program perluasan tebu rakyat adalah Semendawai Suku III, Belitang Mulya, dan Semendawai Timur.
Basuki menegaskan program perluasan tebu rakyat harus memberi manfaat nyata.
“Pemerintah hadir untuk petani. Program perluasan tebu rakyat ini harus benar-benar menguntungkan petani, bukan memberatkan. Petani wajib mendapatkan pendampingan penuh, akses sarana produksi, serta kepastian kemitraan yang adil,” kata Basuki.
Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, M. Daud, menekankan pentingnya keberpihakan nyata terhadap petani.
“Petani jangan hanya dijadikan objek. Kami ingin petani menjadi subjek utama dalam program tebu rakyat ini. Mulai dari penentuan pola tanam, kemitraan, hingga harga, semua harus berpihak kepada petani. Tani Merdeka akan berdiri di garis depan untuk mengawal kepentingan petani,” ujar M. Daud.
Rakor juga membahas peran strategis penyuluh pertanian lapangan dan BPP sebagai garda terdepan pendampingan petani. Pendampingan dinilai penting agar perluasan tanam tebu rakyat berjalan berkelanjutan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi peningkatan kesejahteraan petani, membuka lapangan usaha di pedesaan, serta memperkuat kemandirian pertanian daerah.
Pemerintah daerah bersama organisasi tani menilai keberhasilan program akan bergantung pada sinergi antara petani, penyuluh, dan mitra usaha.[]
