TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan produksi pangan Indonesia melonjak tajam dalam empat bulan terakhir. Lonjakan ini membuat beberapa negara mengajukan permintaan bantuan pangan dari Indonesia.
“Beberapa negara minta agar kita kirim beras ke mereka, saya izinkan dan saya perintahkan kirim beras ke mereka dan kalau perlu atas dasar kemanusiaan,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menegaskan bantuan tetap memperhitungkan biaya produksi, angkutan, dan administrasi.
“Kita jangan terlalu cari untung besar, yang penting ongkos produksi plus angkutan plus administrasi kembali. Kita buktikan bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa bukan bangsa yang minta-minta, tapi bangsa yang bisa membantu dan memberi bangsa lain,” tegasnya.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur pertanian desa. Setiap desa akan memiliki gudang, ruang pendingin, dan truk angkut hasil panen.
“Sekarang tiap desa akan punya gudang. Tiap desa akan punya kamar pendingin. Hasil apapun akan aman sampai dia mampu menjual. Dan tiap koperasi akan kita beri truk,” kata Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya kemandirian bangsa. Ia menyerukan agar rakyat bekerja keras, tidak mengeluh, dan tidak bergantung pada bantuan negara lain.
“Kita buktikan hari ini bahwa Indonesia mampu. Bangsa yang mampu bukan bangsa yang menyerah, bukan bangsa yang kalah bukan bangsa yang minta-minta,” ucap Presiden.
Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mendukung penuh langkah Presiden Prabowo. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai tonggak penting dalam perjuangan petani Indonesia.
“Saya apresiasi kebijakan Presiden Prabowo yang berani dan berpihak kepada petani. Produksi pangan melonjak, Indonesia tidak hanya swasembada tapi kini bisa bantu negara lain. Ini tonggak sejarah,” ujar Don Muzakir.
Don Muzakir juga menekankan pentingnya peran Tani Merdeka Indonesia di semua tingkatan untuk terlibat langsung di lapangan.
“Seluruh pengurus DPW, DPD, pengurus kecamatan dan desa Tani Merdeka Indonesia di seluruh Indonesia harus terus bergerak bekerja sama dengan pemerintah daerah masing-masing untuk menyukseskan program Presiden Prabowo,” tegas Don.
Ia mengingatkan bahwa Tani Merdeka bukan hanya organisasi, tapi juga gerakan sosial yang wajib membantu petani menghadapi persoalan nyata.
“Kita harus bantu petani. Kita dampingi petani di desa-desa agar program ketahanan pangan ini tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar berjalan,” kata Don Muzakir.[]
