TANIMERDEKA – Perum BULOG bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan ekspor beras ke Arab Saudi. Beras ini khusus untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Rapat koordinasi digelar di Kantor Pusat BULOG.
Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin rapat bersama jajaran direksi. Dari Kemenhaj hadir Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jainul Effendi. Perwakilan Kementerian Perdagangan mengikuti rapat secara daring.
Pembahasan mencakup kualitas beras, kemasan, harga, hingga jadwal pengiriman. BULOG juga melakukan uji tanak terhadap sampel beras. Uji ini menilai rasa, tekstur, dan aroma nasi agar sesuai selera jamaah.
Ahmad Rizal optimis terhadap peluang ekspor beras untuk kebutuhan haji tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah membuka kesempatan tersebut, yang dinilainya sebagai warisan penting bagi pemerintah dalam mendorong ekspor beras nasional.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menegaskan pentingnya ekspor beras lokal untuk menunjang kenyamanan sekaligus menjaga kesehatan jamaah Indonesia.
Ia menyebutlan upaya tersebut menjadi semangat bersama antara BULOG, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak terkait agar pengiriman beras ke Arab Saudi dapat terwujud.
Menurutnya, jamaah asal Indonesia umumnya tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal, sehingga perbedaan jenis beras berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.
Ekspor ini memanfaatkan surplus beras nasional tahun 2025. Surplus menjadi bukti swasembada pangan sekaligus membuka peluang Indonesia masuk pasar global.
Bagi petani, rencana ekspor ini berarti hasil panen bisa terserap lebih luas. Beras yang ditanam di sawah tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa dikirim ke luar negeri. Langkah ini memberi harapan baru bahwa kerja keras petani ikut mendukung jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.[]
