TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I pada 27–28 Agustus 2025 mendatang. Acara ini menjadi penting karena mengumpulkan seluruh pengurus dari berbagai daerah.
Seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hadir pada Rapimnas itu. Ribuan petani juga dipastikan datang. Rapimnas ini akan berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta.
Sebelum Rapimnas berlangsung, Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Don Muzakir bersama pengurus menemui Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian, pada Jumat 22 Agustus 2025, di Kementerian Pertanian.
Dalam pertemuan itu Don Muzakir, mengatakan Rapimnas akan membahas isu strategis petani. Isu utama mencakup penguatan organisasi, dukungan program ketahanan pangan nasional, dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.
“Kami menyampaikan langsung rencana Rapimnas ini. Kami ingin memastikan dukungan penuh untuk program pertanian nasional. Tani Merdeka Indonesia akan membawa semangat petani dari seluruh daerah untuk negeri ini,” kata Don Muzakir.
Selain itu Rapimnas ini juga direncanakan menjadi ajang konsolidasi nasional. Menurut Don Muzakir, setiap DPW dan DPD akan memaparkan kondisi pertanian di wilayahnya, baik itu potensi pertanian yang bisa dikembangkan maupun masalah klasik seperti ketersediaan pupuk, dan pengendalian hama akan dibahas.
Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonsia harus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. Ia ingin organisasi ini aktif menyuarakan kepentingan petani sekaligus mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Tani Merdeka harus hadir di tengah petani, membawa solusi nyata,” kata Don Muzakir.
“Rapimnas juga membahas dukungan terhadap program prioritas pemerintah, termasuk food estate dan konversi lahan. Tani Merdeka ingin mendorong inovasi pertanian agar lebih produktif dan ramah lingkungan,” sambung Don Muzakir.
Sementara itu Sudaryono menyambut baik Rapimnas tersebut. Ia menekankan pentingnya peran Tani Merdeka Indonesia untuk mendukung petani di lapangan.
“Tani Merdeka ini harus hadir untuk membantu petani. Kita harus sukseskan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan Presiden Prabowo,” ujar Sudaryono.
Menurut Sudaryono, program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini tidak hanya bergerak di tingkat wacana, tetapi juga harus turun langsung membantu petani mendapatkan akses pupuk, bibit, dan teknologi.
“Kita harus pastikan petani tidak hanya bertahan, tetapi juga sejahtera. Dukungan organisasi seperti Tani Merdeka sangat penting,” pungkas pria yang akrab disapa Mas Dar itu.[]