TANIMERDEKA – Bootcamp Petani Milenial yang diselenggarakan DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang resmi ditutup pada Minggu sore, 25 Januari 2026. Penutupan berlangsung di Pondok Pesantren Selamat, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.
Penutupan bootcamp menandai lahirnya Alumni Bootcamp Angkatan Pertama. Forum alumni menunjuk Baharudin sebagai Koordinator Alumni Bootcamp 1. Ia diberi mandat menyusun struktur organisasi dan merancang agenda kerja tani pascapelatihan.
Acara dihadiri pengurus dan anggota DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, tim instruktur, pendiri Pondok Pesantren Selamat, serta seluruh peserta pelatihan.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, Sri Sumirat, menegaskan pembentukan alumni adalah langkah strategis.
“Kami tidak ingin pelatihan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial. Alumni harus menjadi aktor utama di lapangan, membangun pertanian produktif, modern, dan berpihak pada petani kecil,” ujarnya.
Ia menekankan krisis regenerasi petani sebagai tantangan terbesar.
“Kalau anak muda tidak turun ke sawah hari ini, maka besok kita akan kehilangan kedaulatan pangan. Karena itu, alumni bootcamp ini harus menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing,” katanya.
Suasana penutupan semakin khidmat ketika KH Abdurrosyid Ahmad, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Selamat, menyampaikan refleksi spiritual tentang makna bertani.
“Allah itu Maha Petani, sebagaimana tersirat dalam Al-Baqarah ayat 164. Rasulullah saw pun bukan hanya berdagang, tetapi juga bertani saat di Madinah,” ujar Abah Abdurrosyid.
Menurutnya, bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan jalan ibadah dan dzikir sosial.
“Bertani adalah dzikir paling nyata. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk umat. Di situlah kesejahteraan dibangun, dan di situlah iman diuji dalam perbuatan,” katanya.
KH Abdurrosyid menegaskan bertani adalah pembuktian iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dari tanah lahir kehidupan, dari kerja tani tumbuh keadilan sosial.[]
