Wamentan Sudaryono Silaturahmi ke Jokowi: Indonesia Tak Lagi Impor Beras

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Mei 2026 malam. Pertemuan itu membahas perkembangan sektor pertanian nasional, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan program pemerintah.

Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan, dirinya juga melaporkan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan bagian dari target yang pernah diberikan Jokowi saat dirinya dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian.

“Saya pernah dilantik sebagai wakil menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujar Sudaryono dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026).

“Dan dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan,” tambahnya.

Sudaryono menjelaskan, keberhasilan swasembada pangan terlihat dari berhentinya impor beras dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi petani di sejumlah daerah juga disebut mulai membaik.

Pemerintah, kata dia, telah menaikkan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram untuk memberi nilai jual yang lebih baik bagi petani.

“Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani happy,” ujar Sudaryono yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Selain harga gabah, pemerintah juga disebut menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Program subsidi dan diskon harga pupuk hingga 20 persen dinilai membantu menekan biaya produksi pertanian.

Dukungan pengairan dan penyerapan hasil panen juga disebut ikut meningkatkan semangat petani untuk terus menanam.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pertanian nasional. Mantan presiden itu menilai kondisi petani saat ini lebih baik dibanding sebelumnya.

“Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik,” tutur Sudaryono.

Pertemuan itu tidak hanya membahas capaian pertanian. Sudaryono juga mengaku meminta arahan dan masukan dari Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya di Kementerian Pertanian.

Menurut dia, pengalaman Jokowi selama memimpin Indonesia masih penting sebagai bahan masukan dalam menjalankan program pembangunan, terutama di sektor pangan dan pertanian.

“Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya,” ucap Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sudaryono menegaskan, kesinambungan program pemerintah perlu dijaga agar pembangunan di sektor pangan bisa terus berjalan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini