MBG Bangun Generasi, Tumbuhkan Ekonomi Petani

Bangsa besar bukan hanya diukur dari banyaknya sekolah berdiri. Bangsa yang kuat dinilai dari bagaimana anak-anaknya tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar.

Masih ada anak datang ke kelas dengan perut kosong. Masih ada yang menahan lapar sampai jam pulang. Masih ada yang tidak bisa berkonsentrasi karena kurang gizi. Kondisi ini melemahkan kualitas generasi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo hadir menjawab persoalan itu. Anak yang mendapat asupan gizi cukup lebih siap menerima pelajaran, lebih tahan menghadapi aktivitas, dan lebih bersemangat.

Manfaat MBG tidak berhenti di ruang kelas. Dapur bergerak, tenaga kerja terserap, petani dan peternak punya pasar yang jelas, UMKM pangan ikut hidup. Perputaran ekonomi terjadi dari desa ke kota.

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, produksi pertanian meningkat tajam sejak MBG berjalan. Permintaan hortikultura melonjak, terutama dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lonjakan permintaan itu membuat sejumlah petani kewalahan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hasil panen terserap baik. Pengalaman itu mendorong petani memperluas jenis hortikultura. Kepastian pasar membuat mereka berani meningkatkan produksi. Dampak ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya soal gizi anak sekolah, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

Ada yang menilai MBG membebani anggaran pendidikan. Pandangan itu keliru. Sekolah tetap gratis, anggaran pendidikan tetap berjalan. MBG justru menambah perlindungan gizi agar anak belajar dengan kondisi terbaik.

Kalau ada yang bilang program ini tidak penting, lihat fakta di lapangan. Anak yang lapar sulit fokus. Anak yang kenyang lebih siap belajar. Itu bukan teori, itu kenyataan sehari-hari.

Program besar selalu butuh penyempurnaan. MBG harus diawasi agar makanan sampai ke anak yang berhak. Menu harus sesuai kebutuhan gizi, bukan sekadar mengenyangkan. Pemerintah daerah perlu melibatkan petani lokal agar bahan pangan berasal dari desa sendiri.

Transparansi anggaran penting, begitu juga evaluasi rutin. Dengan begitu, program berjalan bersih dan tepat sasaran.

Bangsa besar lahir dari keputusan berani. MBG adalah langkah berani. Anak-anak tidak butuh kritik pesimis, mereka butuh dukungan nyata.

Negara hadir memastikan mereka belajar dengan perut kenyang. Itu tanda keseriusan menjaga masa depan Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.[]

Penulis

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini