TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono.
Pertemuan itu membahas terkait penguatan sinergi program ketahanan pangan nasional dan percepatan peningkatan kesejahteraan petani.
Tani Merdeka Indonesia menegaskan peran sebagai jembatan antara kebutuhan riil petani di tingkat akar rumput dengan kebijakan strategis Kementerian Pertanian.
Isu yang diangkat mencakup kelangkaan pupuk, distribusi sarana dan prasarana pertanian, serta percepatan penyaluran alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan aspirasi petani agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan petani di desa, sehingga petani menikmati langsung program pemerintah.
“DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi hadir sebagai saluran aspirasi petani. Kami mendorong agar persoalan klasik seperti pupuk, akses sarana produksi, hingga percepatan distribusi alat-alat pertanian dapat segera dituntaskan, sehingga petani bisa lebih produktif dan sejahtera,” ujar Candra, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Candra menambahkan pihaknya akan mengundang Wakil Menteri Pertanian berkunjung ke Jambi pada April 2026 mendatang. Kunjungan itu direncanakan bertepatan dengan pertemuan seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia dan petani se-Provinsi Jambi.
“Momentum itu kami harapkan menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan petani Jambi, sekaligus penguatan konsolidasi gerakan Tani Merdeka Indonesia di daerah,” katanya.
Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia menyampaikan apresiasi atas konsistensi DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, perlu gerakan yang masif untuk membantu petani di desa-desa.
“Saya bangga dengan langkah DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi yang terus hadir menggerakkan roda organisasi dengan satu tujuan, yakni bersama-sama membangun sektor pangan. Gerakan seperti inilah yang kita butuhkan, yang lahir dari kepedulian dan diwujudkan dalam kerja nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah membutuhkan mitra strategis di lapangan untuk memastikan kebijakan pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran. Pertemuan ini menjadi ruang memperkuat komitmen organisasi tani dalam mengawal program ketahanan pangan nasional.
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menegaskan posisi petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian di daerah. Sinergi antara organisasi tani dan pemerintah diharapkan mempercepat transformasi sektor pertanian, khususnya di Provinsi Jambi.[]
