Inflasi Pangan Turun, Harga Menjelang Ramadan Terkendali

TANIMERDEKA – Harga pangan nasional hingga awal Februari 2026 tercatat stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pangan tahunan hanya 1,14 persen. Secara bulanan bahkan terjadi deflasi 1,96 persen.

Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan komponen harga bergejolak memberi andil deflasi terbesar.

“Komponen harga bergejolak ini mengalami deflasi 1,96 persen. Komponen ini memberikan andil deflasi terbesar yaitu 0,33 persen,” ujarnya di Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026.

Ateng menjelaskan beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan bawang merah masih menyumbang inflasi. Namun kontribusinya dinilai wajar dan tidak mengganggu stabilitas harga pangan.

Inflasi pangan Januari 2026 turun tajam dibanding Desember 2025. Saat itu inflasi tahunan sempat mencapai 6,21 persen, kini hanya 1,14 persen. Inflasi bulanan yang sebelumnya 2,74 persen berubah menjadi deflasi 1,96 persen.

Inflasi umum nasional juga terkendali. BPS mencatat inflasi tahunan 3,55 persen, sedangkan bulanan deflasi 0,15 persen. Penurunan harga pangan turut menekan inflasi di daerah yang sebelumnya terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan program intervensi pangan akan terus diperkuat. Gerakan Pangan Murah (GPM) sudah digelar 296 kali di 56 kabupaten/kota hingga 29 Januari 2026, naik 71 persen dibanding tahun lalu. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung juga dilanjutkan dengan dukungan anggaran tambahan.

Pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk Februari dan Maret 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat akan mendapat 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan melalui Perum Bulog.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pengawasan harga akan diperketat. “Ini perintah Bapak Presiden. Stabilkan harga. Kita jaga harga pangan sampai Ramadan hingga selesai. Tidak boleh ada pengusaha di seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya,” katanya.

Ia memastikan pasokan pangan strategis dalam kondisi aman. “Beras aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang, telur, daging. Ini semua aman. Fokus kita sekarang memastikan stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini