TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, resmi dilantik pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pelantikan berlangsung di rumah dinas bupati dan dihadiri Wakil Bupati Junaidi H Mahir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta anggota DPRD Muaro Jambi.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyebutkan seluruh DPD di Jambi sudah terbentuk di 11 kabupaten/kota. Struktur organisasi kini mencakup Kabupaten Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai Penuh.
Sementara itu Wakil Bupati Junaidi H Mahir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran organisasi tersebut.
“Selamat kepada para pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Muaro Jambi yang baru saja dilantik. Diharapkan ke depan terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan DPD Tani Merdeka Indonesia dan petani melalui ruang-ruang diskusi,” katanya.
Ia menekankan tantangan pertanian di Muaro Jambi tidak ringan. Harga gabah yang adil, pendampingan teknologi, serta penguatan akses petani menjadi agenda utama.
“Saya berharap seluruh pengurus agar turun ke lapangan, merangkul petani di desa, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.
Junaidi menambahkan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan kemampuan menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah perubahan iklim serta dinamika global.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengintegrasikan program workshop berbakti dengan brigade Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pengaturan pemanfaatan alsintan diarahkan untuk budidaya tanaman maupun pengolahan hasil panen.
Program ini ditujukan agar petani dapat membuka lahan dengan modal kecil, meningkatkan hasil panen, dan menambah pendapatan.
Workshop berbakti juga diharapkan memunculkan semangat bertani serta mengurangi lahan tidak termanfaatkan di wilayah Muaro Jambi.
Tani Merdeka Indonesia diharapkan hadir langsung di desa, mendampingi petani, dan menjadi mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.[]
