TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang menggelar Pelatihan dan Bootcamp Petani Milenial di Pesantren Selamat, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, 23–25 Januari 2026.
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian dan perikanan, sekaligus menjawab tantangan krisis regenerasi petani.
Pelatihan diikuti kader dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang. Mereka dibekali teknologi perikanan modern agar dapat ditularkan kepada masyarakat luas.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Wawan Pramono, membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu teknis.
“Tetapi wajib menguasai pengetahuan teknis untuk memaksimalkan hasil panen,” tegas Wawan.
Penggunaan teknologi perikanan dinilai Wawan sebagai solusi menghasilkan ikan berlimpah dengan pakan yang lebih efisien.
“Target kami di Jawa Tengah adalah memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Kami fokus menggenjot potensi komoditas yang melimpah yakni ikan seperti nila, lele, gurami, patin, bawal, hingga udang air tawar,” ujarnya, pada Jumat 23 Januari 2024.
Minimnya minat generasi muda menjadi sorotan utama dalam pelatihan ini. Berdasarkan data lapangan, mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun.
“Jika tidak ada regenerasi, ini akan menjadi masalah besar di masa depan. Petani muda sangat jarang ditemui. Maka dari itu, kami suarakan regenerasi ini lewat konsolidasi langsung hingga kampanye masif di media sosial,” beber Wawan.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kota Magelang, Sri Sumirat, berharap masuknya pemuda ke dunia pertanian, khususnya perikanan, akan memunculkan gagasan inovatif yang mampu meningkatkan produktivitas daerah.
Ia memetakan potensi komoditas di setiap wilayah Kota Magelang. Magelang Utara dikenal sebagai sentra perikanan, Magelang Tengah memiliki lahan delta yang cukup luas untuk jagung, sedangkan Magelang Selatan menjadi sentra hortikultura perkotaan.
“Melalui pelatihan ini, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani Kota Magelang agar lebih mandiri, modern, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Sri Sumirat.
Pelatihan ini jadi penting bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat regenerasi petani. Dengan dukungan teknologi, pemuda diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.[]
