TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, bersama Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal, di Aljazair.
“Rock Phosphate merupakan bahan baku utama dari industri pupuk, dan hanya bisa didapatkan melalui tambang. Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk. Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad dalam keterangan persnya, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia memperoleh dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun. Selain itu, terbuka peluang menggandeng perusahaan lain di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.
Rahmad menegaskan kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk.
“Dengan ketersediaan dan harga gas yang terjangkau di Aljazair, kita dapat bekerja sama mengembangkan ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang produknya dapat digunakan untuk kebutuhan nasional,” tambahnya.
Somiphos merupakan perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair yang beroperasi di wilayah Tebessa, bagian timur Aljazair. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk, salah satu deposit fosfat terbesar di Aljazair.
Penandatanganan nota kesepahaman turut disaksikan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono; Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab; CEO Sonarem Group, Reda Belhaj; serta sejumlah pemangku kepentingan.
Sementara itu Wamentan Sudaryono mengatakan kerja sama ini bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujarnya.
“Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” imbuhnya.
Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, menegaskan nota kesepahaman ini bagian dari arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara sahabat. Ia menyebut sektor fosfat sebagai pilar utama diversifikasi ekonomi nasional.
“Kemitraan ini penting dalam mendukung kerja sama Aljazair–Indonesia. Selain itu juga mendorong investasi produktif, serta transfer pengalaman dan teknologi demi kepentingan bersama kedua negara,” katanya.[]
