TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi DPD se-Karesidenan Pati di Hotel Kenari Asri, Kudus, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Forum ini diisi pelatihan Bioteknologi Petani dengan narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dhimas Driessen.
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan pentingnya kemandirian petani Muria Raya.
“Konsolidasi ini kita lakukan agar petani Muria Raya bisa mandiri dan lebih sejahtera. Kita ingin jaringan Tani Merdeka semakin kuat, sehingga aspirasi petani bisa tersampaikan dengan jelas,” ujarnya.
Sementara itu Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, menekankan pelatihan bioteknologi sebagai bekal penting bagi kader.
“Para anggota Tani Merdeka harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan para petani. Karena dari keluhan para petani tersebut, berbagai persoalan bisa diketahui dan kemudian bapak Presiden Prabowo hadir memberikan solusi,” katanya.
Sri Hartini mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani, seperti kemudahan pupuk bersubsidi, penyerapan hasil panen padi oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai daerah.
“Sekarang ini kita adakan pelatihan Bioteknologi Petani. Tujuannya agar para petani punya bekal ilmu, supaya ke depan para petani bisa membuat pupuk sendiri,” bebernya.
Ia menambahkan, petani adalah garda terdepan dalam program ketahanan pangan.
“Terobosan-terobosan tersebut harus kita tempuh. Supaya hasil panen petani makin banyak. Ketika hasil panen melimpah, maka akan berdampak pada kesejahteraan petani dan sekaligus mensukseskan program ketahanan pangan,” jelasnya.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Aziz, menyambut antusias pelatihan bioteknologi.
“Supaya para petani punya ilmunya untuk membuat pupuk sendiri. Sehingga ke depan para petani bisa mandiri, tidak menggantungkan subsidi dari pemerintah. Serta hasil panennya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.
Konsolidasi ini momentum memperkuat jaringan Tani Merdeka di Jawa Tengah. Para petani Muria Raya diharapkan mampu mengembangkan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional.[]
