TANIMERDEKA – Ikut mendukung rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan lonsor di Aceh, PT Pupuk Indonesia (Persero) membantuan pupuk nonsubsidi untuk petani di wilayah itu.
Selain itu, Pupuk Indonesia juga mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui program “Kementan Peduli” yang diserahkan secara simbolis di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengaku Pupuk Indonesia Grup berkomitmen mewujudkan pertanian berkelanjutan di tanah air dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Termasuk mendukung program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.
“Alhamdulilah Pupuk Indonesia bisa terus berkontribusi dalam program pemulihan pasca bencana di Sumatera. Kali ini kami juga ingin membantu program rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera yang terdampak banjir. Bantuan ini merupakan kolaborasi seluruh pihak melalui program Kementan Peduli,” kata Rahmad.
Dalam mendukung program rehabilitasi lahan pertanian, Pupuk Indonesia memberikan dukungan berupa pupuk nonsubsidi sejumlah 10 ton. Nantinya, bantuan ini akan didistribusikan di tiga daerah yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak banjir dan lonsor.
Dikatakan Rahmad, melalui produk berkualitas Pupuk Indonesia ini diharapkan proses rehabilitasi pertanian berjalan sesuai target. Sehingga ketahanan pangan di Sumatera semakin terjaga dan petani bisa kembali memperoleh pendapatan, setelah sempat gagal akibat bencana banjir sejak akhir November 2025.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memulai program rehabilitasi tersebut dari Kabupaten Aceh Utara yang kerusakannya dinilai paling parah.
Selain mengawali program rehabilitasi, melalui program Kementan Peduli mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan masyarakat pascabencana.
Pupuk Indonesia juga berkontribusi aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Kementan Peduli ke Sumatera sebanyak 215 ton, dengan total nilai Rp5,68 miliar. Bantuan tersebut juga didistribusikan ke Aceh dengan menggunakan 80 truk.
Sebanyak 215 ton tersebut terdiri dari 120 ton beras, 5 ton gula, 24 unit tandon air, 8 truk air mineral, 8 truk makanan siap saji, 5 truk makanan ringan, 3 truk susu, dan 1 truk berisi kopi, teh, serta telur. Bantuan ini merupakan hasil koordinasi dengan stakeholder sehingga bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bencana di Sumatera, sudah terjadi lebih dari satu bulan lalu, tetapi hingga saat ini keadaan masyarakat terdampak belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Pupuk Indonesia berkomitmen terus berkontribusi mengirimkan bantuan secara bertahap untuk masyarakat terdampak.
“Bantuan Pupuk Indonesia tidak hari ini saja. Berlangsung terus dari awal sampai hari ini. Nilainya bukan hal yang penting, saya ingin menegaskan kebersamaan kami dengan masyarakat. Tidak mungkin bencana ini diselesaikan oleh satu pihak,” pungkas Rahmad.[]
