TANIMERDEKA – Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen resmi diluncurkan oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, pada Selasa 13 Januari 2026. Peluncuran digelar dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen di Pendopo Somonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen.
Acara dihadiri Bupati Sragen, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Sekretaris Jenderal DPN Tani Merdeka Indonesia Wahyu Putranto, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Sragen, serta jajaran pengurus dan anggota.
Don Muzakir menyampaikan capaian swasembada beras yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2025 lalu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Penghargaan ini bukan untuk saya, melainkan untuk seluruh pengurus dan anggota Tani Merdeka di Indonesia serta seluruh petani di Tanah Air,” kata Don Muzakir.
Ia mengingatkan agar pengurus dan anggota Tani Merdeka Indonesia tidak bersikap egois atas capaian tersebut. Don Muzakir mengajak seluruh elemen organisasi memperkuat solidaritas petani dan bersinergi dengan pemerintah demi keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
“Semoga koperasi ini bisa digunakan dengan baik, aktif, dan menjadi wadah perjuangan petani Sragen,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Rochmad Musthofa, menyatakan pendirian koperasi merupakan langkah konkret mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Koperasi Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Sragen hadir sebagai bagian dari subbidang kerja Tani Merdeka Indonesia yang secara khusus mendukung dan menguatkan program ketahanan pangan nasional,” kata Musthofa.
Ia menjelaskan koperasi dirancang sebagai sarana pemberdayaan petani dan pelaku usaha pangan lokal agar memiliki akses lebih luas terhadap pemasaran, distribusi, dan permodalan berbasis gotong royong.
Wakil Sekretaris Jenderal DPN Tani Merdeka Indonesia, Wahyu Putranto, menyebut koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan yang terintegrasi dengan program organisasi di sektor pangan.
“Kehadiran Koperasi Tani Merdeka Sragen diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan layanan digital berbasis aplikasi resmi. Platform ini menjadi wadah bagi petani dan produsen lokal untuk memasarkan hasil panen dan produksinya secara lebih luas, mudah, dan transparan,” ujarnya.
Koperasi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru di tingkat desa. Salah satu bentuk konkret kerja sama adalah kemitraan dengan PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi logistik.
“Melalui kerja sama ini, masyarakat desa memiliki peluang kerja di bidang logistik. Mereka dapat mendaftar dan menjalani proses verifikasi sebagai tenaga ekspedisi yang berbasis desa dan kelompok binaan koperasi,” kata Wahyu.
Rakerda Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen turut dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan Wanita Tani Merdeka Kabupaten Sragen.
Ketua Wanita Tani Merdeka Indonesia Sragen, Indah Sri Hudati, mengajak perempuan tani memperkuat barisan dan berperan aktif dalam mendorong kemandirian serta kesejahteraan kelompok tani.
“Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk kemajuan bersama. Terus bergerak dan jangan mudah patah semangat,” tutur Indah.
Menurut Indah, komitmen Wanita Tani Merdeka adalah mengawal dan mendukung perjuangan perempuan tani, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas ekonomi perempuan di Kabupaten Sragen.[]
