TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meresmikan Kantor Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen dengan pemotongan pita, pada Selasa 13 Januari 2026. Peresmian berlangsung lancar dalam suasana cerah dan penuh keakraban.
Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provisi Jawa Tengah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Setyo Widodo, bersama jajaran pengurus.
Suasana cair ketika Don Muzakir melontarkan candaan ringan. “Ada kopi nggak ini?” ucap Don Muzakir sambil tersenyum. Gelak tawa hadirin langsung pecah, mencerminkan kedekatan antara pimpinan dan anggota.
Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.
Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.
Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.
Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil. Ia menyebut kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.
Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.
Don Muzakir berharap kantor sekretariat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan petani. “Semoga kantor ini bisa digunakan dengan baik, aktif, dan menjadi tempat perjuangan bersama,” kata Don Muzakir.
Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.
Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.
Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil, kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.
“Sekretariat ini bukan hanya kantor, tetapi rumah perjuangan petani. Dari sini kita bekerja bersama untuk memastikan petani kecil mendapat ruang, suara, dan dukungan nyata,” kata Don Muzakir.
Sementara itu Wakil Komandan Tempur, Wahyu Putranto, menyampaikan komitmennya menjaga soliditas pasukan.
“Disiplin, loyalitas, dan profesionalisme adalah kunci utama. Setiap prajurit harus siap menjalankan tugas negara kapan pun dibutuhkan, dengan tetap berpegang pada aturan dan etika,” ujar Wahyu Putranto.[]
