Target Swasembada Gula 2026, Don Muzakir: Petani Siap Dukung Program Presiden Prabowo

TANIMERDEKA – Setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada gula pada 2026. Target ini untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, baik konsumsi rumah tangga maupun industri, secara mandiri tanpa impor.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subiato untuk swasembada gula pada tahun 2026.

Hal itu pada Rakerda DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu 11 Januari 2026.

“Tani Merdeka Indonesia mendukung semua langkah Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada gula pada tahun 2026, sehingga petani kita semuanya bisa sejahtera,” kata Don Muzakir.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan, dukungan ini diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan petani tebu dan industri gula.

“Mendukung program seperti revitalisasi pabrik, perluasan lahan tebu, intensifikasi tanam, dan dukungan pembiayaan KUR khusus tebu untuk mengembalikan kejayaan Nusantara sebagai eksportir gula,” ujarnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan strategi melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan bioetanol.

Regulasi ini menjadi dasar koordinasi lintas kementerian dan daerah. Program yang dijalankan mencakup bongkar ratoon atau peremajaan tebu, penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, serta pupuk tepat sasaran. Perluasan areal tebu juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Indonesia pernah dikenal sebagai “raja gula” pada era 1930-an. Produksi gula saat itu mampu menembus pasar ekspor dunia.

“Harapan kita kejayaan itu dapat dikembalikan melalui program swasembada gula yang kini tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo,” ujar Don Muzakir.

Selain itu kata Don Muzakir, target swasembada gula tidak hanya menjamin ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Stabilitas harga dan kepastian serapan pabrik memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program swasembada gula. Konsolidasi organisasi di daerah diarahkan untuk mendukung petani tebu, memperkuat produksi, dan memastikan distribusi berjalan lancar.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada gula bergantung pada kerja terstruktur di lapangan, mulai dari kebun hingga pabrik, serta kepemimpinan yang konsisten dari pusat sampai desa.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini